Posted by:
muhammad faiq wajdi
0
komentar
Posted by:
muhammad faiq wajdi
0
komentar
Posted by:
muhammad faiq wajdi
0
komentar
* Pendaftaran Biaya masuk santri baru pesantren alkaromah
Posted by:
muhammad faiq wajdi
0
komentar
Sejarah
Ditulis Oleh omar alfaruq
Friday, 30 mei 2009
K.H.Ahmad mursydi
SEKILAS PERJUANGAN BELIAU
Setelah menikah K.H. Ahmad mursydi muda pergi belajar ke berbagai tempat untuk mencari guru-guru baru dan terus berusaha untuk mendalami ilmu pengetahuan. Diantara gurunya saat itu adalah Kyai kohar gladak majid besuki dan Kyai kholil bangkalan madura. Setelah lama menimba ilmu dan pengalaman , beliaupun akhirnya terinspirasi untuk merintis/ membangun sebuah madrasah dan masjid. Pada mulanya beliau mebangun masjid kecil darikayu jati madarasah di kawasan batu gajah sambirampak kidul kota anyar yaitu diatas tanah wakof dari kiai arman salah seorang petinggi (kepala desa) seluas 500 m2, namun setelah berjalan 1 tahun lamanya masjid dan madrasah ini di bakar oleh pemerintah hindia belanda(VOC).
Hal itu tak menjadikannya putus asa dalam berjuang, melainkan semakin mengobarkan semangat dalam hatinya. Bahkan setelah penggusuran beliau menjual sebagian harta benda serta perhiasan istrinya untuk membangun lagi masjid,madrasahnya serta pendopo.
Bersamaan dengan itu, dipersiapkan kader yang dimulai dari keponakannya sendiri karna beliau tidak memiliki keturunan, dimulai dari kiai hajji baddrus soleh ang sengaja beliau didik sendiri ilmu agama maupun ilmu batin.Perjuangan tidak berhenti sampai disini, . Seterusnya beliau tinggal bersama Kyai abdul ghoni untuk kemudian bersama-sama berjuang merintis pesantren alkaromah. Pada awal mulanya alkaromah hanya memiliki sebuah surau kecil dan dihuni oleh 3 orang santri. Tahun berikutnya bertambah menjadi 9 orang santri, makin lama santripun semakin banyak hingga akhirnya dibangunlah 2 unit gedung madrasah atas bantuan dari masyarakat yang ikut andil mendukung adanya pesantren
Dalam merintis pesantren tidak sedikit rintangan dan cobaan yang harus dihadapinya. Termasuk diantaranya ialah menghadapi pemerintah hindia belanda (VOC) yang tidak senang dengan kehadiran pesantren alkaromah. Bahkan beliau bersama K.H.badrus sholeh pula mau diusir dari daerah batu gajah sambirampaklor. Semua itu tidak membuat Kyai ahmad mursydi pesimis dengan cita-cita luhurnya untuk terus mengembangkan pesantren. Karena dia yakin betul bahwa jika kita berjuang di jalan Allah maka Allah pun akan selalu menolong kita.
Diantara langkah-langkah strategis yang dilakukannya dalam merintis pesantren yaitu berkonsultasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan memohon restu serta do'a dari para Kyai.
ISTIQOMAH DALAM BERJUANG
Sebesar apapun rintangan yang kita hadapi akan terasa mudah untuk diselesaikan jika kita mempunyai tekad bulat dan mampu beristiqamah. Demikian pesan yang disampaikan ust.hodry thohir (penerus sekarang) ketika menceritakan tentang kiai ahmad mursydi dikala merintis pesantren alkaromah pada reporter www.pesantren-alkaromah.blogspot.com. Wujud komitmen dan konsistensi mutlak dibutuhkan dalam perjuangan, hal inilah yang mengantarkan Abdul Manaf kecil menuju pintu kesuksesannya sebagaimana dulu yang beliau pernah cita-citakan yaitu untuk membangun pesantren.
alkaromah merupakan monumen keberhasilannya dalam berjuang. Siapa pernah membayangkan alkaromah yang dulunya hanya madrasah kecil bisa mencetak ratusan kader ummat Islam yang tersebar hampir diseluruh jawa madura?
Sampai sebelum akhir hayatnya beliau selalu menanamkan kepada para guru dan santri alkaromah untuk selalu istiqamah dalam hidup terutamanya dalam shalat berjama'ah. Bahkan KH.badrus sholeh (pimpinan pesantren ke-dua) pernah berkata, bahwa kemajuan dan perkembangan Darunnajah berawal dari shalat berjama'ahnya.
Insya Allah
Wallaahu lam bisshowab
Sejarah Singkat Pondok Pesantren alkaromah,batu gajah sambirampak lor,kot anyar,probolinggo,
A. Periode Cikal Bakal (1942-1960)
Pada tahun 1942 K.H. Ahmad mursdi mempunyai sekolah Madrasah Alkaromah di batu gajah. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka diusahakanlah tanah di Ulujami.
Tahun 1960, didirikan beberapa pondok cangku', dengan tujuan agar di atas tanah tersebut didirikan pesantren. Periode inilah yang disebut dengan periode cikal bakal, sebagai modal pertama berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah.
B. Periode Rintisan (1961-1973)
Pada tahun 1961 K.H. Ahmad mursidi membangun gedung madrasah 2 lokal di atas tanah wakaf. Untuk pengelolaan pendidikan diserahkan kepada Ust.H.ali murtadlo, alumnus pesantren zainul hasan genggong yang mulai menetap di batu gajah pada tanggal 2 Februari 1961.
Karena banyaknya rintangan dan hambatan dari pemerintah hindia belanda, maka pendidikan belum bisa dilaksanakan di alkaromah, tetapi dilaksanakan di bebeberapa tokoh masyarakat, diantarannya Ust. Abdillah Amin dan H. Ghozali,KH. Amad mursydi mulai membina madrasah Ibtidaiyah alkaromah dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang.
Tahun 1970 ada usaha usaha merintis pesantren pernah pula dicoba dengan menampung kurang lebih 9 anak dari kokonan dan batugajah sendiri, yakni antara tahun 1963-1964. Dan tahun 1972 menampung kurang lebih 15 anak di alkaromah, namun kedua usaha itu didak dapat dilanjutkan dengan berbagai kesulitan yang timbul.
Para periode ini, meskipun pesantren yang diharapkan belum terwujud, tetapi dengan usaha-usaha tersebut, Yayasan telah berhasil mempertahankan tanah wakaf di Ulujami dari berbagai rongrongan, antara lain wakof kiai arman kepala desa sambirampak lor saat itu.
C. Periode Pembinaan dan Penataan (1974-1987)
Pada tanggal 1 April 1974, dicobalah untuk ke sekian kalinya mendirikan Pesantren alkaromah di batu gajah. Mula-mula Pesantren mengasuh 3 orang santri,Pesantren Darunnajah Ulujami hanya menerima anak yang mukim saja, kecuali anak batu gajah,sambirampak lor,kokonan,kresek yang boleh pulang pergi.
Bangunan yang pertama didirikan adalah masjid kayu jati dengan ukuran 11 X 11 m2 dan beberapa lokal asrama. Mesekipun bangunanya sederhana santri tetap kerasan dan bertambah pesat, Pada awal pembangunannya, seluruh santri selalu dilibatkan untuk membantu kerja bakti.
Pada periode inilah ditata kehidupan di Pesantren alkaromah dengan sunnah-sunnahnya.
1. Aktivitas santri dan kegiatan pesantren disesuaikan dengan jadwal waktu sholat.
2. Menggali dana dari pesantren sendiri untuk lebih mandiri.
3. Meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, dengan dibentuk Lembaga Ilmu Al-Qur’an, Lembaga Bahasa Arab dan Lembaga Da’wah dan Pengembangan Masyarakat.
D. Periode Pengembangan (1987-1993)
Darunnajah mulai melebarkan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan anak-anak fuqara dan masakin dan bercita-cita membangun seratus Pondok Pesantren salafiah. Masa inilah, saat memancarkan pancuran kesejukan ke penjuru-penjuru yang memerlukan.
E. Periode pondok moderen (1994-sekarang)
Perjalanan sejarah Pesantren alkaromah yang relatif lama telah menuntut peraturan kesempurnaan untuk menjadi lembaga yang baik. Belajar dari perjalanan pondok pesantren di Indonesia dan melihat keberhasilan lembaga Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, yang telah berumur lebih 1000 tahun lamanya, Yayasan alkaromah yang memayungi segala kebijakan yang telah berjalan selama ini, berusaha merapihkan dan meremajakan pengurus yayasan.
Ditahun 2007, Pesantren alkaromah memiliki1 cabang pesantren di berbagai tempat; nul jadid 2 tembreng besuki,
Posted by:
muhammad faiq wajdi
0
komentar
